Foto : dok. HR Hariarta Sedana

Dirut BPR HS: Untuk Memajukan Perusahaan “Jadilah Agent of Change”

(Tangerang, 24/07/17). Seiring berkembangnya Teknologi, persaingan dalam dunia perbankan kini tak lagi hanya persaingan antar bank, akan tetapi bisnis perbankan dituntut untuk bersaing dengan teknologi yang semakin maju.

Hal tersebut dapat kita lihat dari maraknya industri teknologi dan komunikasi serta agen perjalanan yang telah menggunakan teknologi digital untuk menyasar pasar perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan untuk mengoptimalkan penerapan layanan perbankan digital (digital banking) sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional perbankan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Direktur Utama, PT. BPR Hariarta Sedana, Ir. Gede Yudha, MM. beserta Kadiv Pengembangan Bisnis, Ogi Agusti, SE. mengadakan kegiatan Sharing Session & Presentasi bersama team Management BPR HS (Top & Middle Management) untuk membahas kesiapan dalam tantangan tersebut.

Dalam sambutannya, Dirut mengatakan “Kunci dari kesuksesan suatu perusahaan terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM), untuk membangun perusahaan perbankan yang lebih baik maka setiap SDM harus memiliki visi, misi dan kesamaan persepsi. Dan akan jauh lebih baik bila kita semua menjadi Agent of Change.”

Sebagai upaya dalam mengimplementasi Digital Banking, BPR HS tengah melakukan terobosan dan transformasi menuju “Era Digital Banking”, yaitu dengan membuat Website dan PORTAL BPR HS.

Dalam PORTAL BPRHS, disajikan Aplikasi Monitoring Business Online System, dimana pada aplikasi tersebut berisi konten yang menyajikan Data SDM (Kepegawaian), Proses Pengajuan Kredit hingga Kredit terealisasi (Berbasis Online), serta Pendaftaran dan Pengambilan Tabungan

Khusus Data Kepegawaian BPRHS telah menerapkan System yang berbasis Online, dimana setiap pegawai dapat mengajukan permohonan cuti, izin bahkan melihat slip gaji melalui Gadget atau Android. Bisnis adalah Proses, maka dalam menjalani bisnis harus ada proses dan proses tersebut dapat diukur, karena proses tidak akan menentukan hasil akhir. Dapat dikatakan bahwa “No Business Cycle: No Business, No Revenue, No Profit, No Salary, No Customer”.