Foto : dok. HR Hariarta Sedana

Penerapan APU dan PPT, BPR HS Ikuti Pelatihan Pendampingan Laporan Risk Based Approach APU & PPT.

Salah satu upaya dalam pencegahan masuknya uang hasil tindak kejahatan ke dalam sistem pembayaran perbankan, Penerapan Program APU dan PPT merupakan program yang harus diimplementasikan bagi Bank Perkerditan Rakyat (BPR). Seperti yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomo12/POJK.01/2017 tentang APU dan PPT di sektor jasa keuangan dan Surat Edaran OJK tentang penerapan Apu dan PPT di sektor perbankan. Salah satunya dijelaskan bahwa OJK mewajibkan Bank untuk melaporkan jika ada transaksi tunai diatas Rp 500 juta, baik itu penarikan atau pun penyetoran.

PT BPR Hariarta Sedana (BPR HS) berkomitmen menerapkan APU dan PPT salah satunya dengan mengikutsertakan PE-Fungsi Manajemen Risiko sekaligus salah satu petugas yang bertanggungjawab terhadap APU dan PPT dalam pelatihan Pendampingan Laporan Risk Based Approach APU & PPT di BPR yang diselenggarakan oleh Yayasan Perbarindo Jakarta pada Sabtu (01/12) yang bertempat di Titan Center, Bintaro.

Pentingnya pemahaman tentang APU dan PPT, sebagai suatu kewajiban. Selain itu juga guna untuk melindungi BPR dari tindakan ilegal yang melanggar hukum, yaitu pencucian uang dan pendanaan terorisme. Hal lainnya adalah untuk mendukung penerapan prudential banking yang dapat melindungi bank dari berbagai risiko yang mungkin timbul antara lain risiko hukum, risiko reputasi dan risiko operasional.